Instalasi Amanda-Backup di Linux Ubuntu

Linux

Bagi Anda yang sama sekali belum tahu mengenai Amanda, silahkan merujuk ke sini: http://wiki.zmanda.com/index.php/Main_Page.

Terjemahan bebas dari informasi yang bisa dikutip dari sana adalah:

Amanda adalah software opensource untuk backup dan archiving yang paling terkenal di dunia. Dengan Amanda, System Administrator dapat membangun sebuah server backup untuk mem-backup data di banyak (multiple) komputer kedalam tape -atau disk- atau bahkan ke sistem storage yang cloud-based. Amanda menggunakan alat archival dasar and mampu mem-backup sejumlah besar workstation dan server dengan berbagai versi sistem operasi: Linux, Unix (termasuk OpenSolaris), Mac OS X, atau Microsoft Windows (baik dengan Native Windows client atau dengan Samba).

Instalasi ini dilakukan di Linux Ubuntu 10.04 Server Edition 64-bit.
Amanda yang digunakan adalah versi 3.1.1.

Instalasi menggunakan Amanda source, meskipun tersedia juga dalam format paket .deb. Saya sempat mencoba untuk meng-install menggunakan format paket .deb tersebut tetapi kemudian bingung karena tidak tahu letak file-file hasil instalasinya. Karena tidak mau repot, akhirnya saya pilih dari source, sehingga saya bisa menentukan file hasil instalasinya akan diletakkan di mana.

Bisa juga instalasi dilakukan menggunakan utility apt-get, tetapi sewaktu saya coba ternyata paket yang tersedia masih Amanda versi 2.

Langkah pertama: mendownload dan meng-ekstrak file installer Amanda

eharianto@vmubuntu64:~$ wget http://www.zmanda.com/downloads/community/Amanda/3.1.1/Source/amanda-tags-3_1_1-3212.tar.gz [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ tar -xzvf amanda-tags-3_1_1-3212.tar.gz [enter]

Langkah kedua: Instalasi paket-paket software pendukung

eharianto@vmubuntu64:~$ sudo apt-get install libglib2.0-dev [enter]
After this operation, 6,463kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]? [enter]

eharianto@vmubuntu64:~$ sudo apt-get install gnuplot [enter]
After this operation, 89.3MB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]? [enter]

Langkah ketiga: membuat user account untuk Amanda

eharianto@vmubuntu64:~$ sudo adduser --shell /bin/bash --home /usr/local/amanda --ingroup backup --no-create-home --quiet --disabled-password amandabackup [enter]

Langkah keempat: Instalasi

eharianto@vmubuntu64:~$ cd amanda-3.1.1 [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ ./configure --prefix=/usr/local/amanda-311 --with-user=amandabackup --with-group=backup [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ make check [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ make [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ sudo make install [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ cd /usr/local [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ sudo ln -s amanda-311 amanda [enter]

Selesai. Mengenai setting dan konfigurasi Amanda akan saya tulis kemudian. Semoga. :-)

Bookmark and Share
No Comments

Administrator Privellege-nya ‘SQL Express 2005′ di Windows Vista

Windows

Saya mulai lebih sering bersentuhan dengan Windows Vista. :)

Setelah memasang Microsoft SQL Express 2005 di Windows Vista Bussiness edition, lalu saya mencoba membuat database baru dan me-restore dari databse lain. Namun kemudian muncul pesan error 262 yang mengatakan bahwa permisi-nya ditolak. Petikan pesan error-nya adalah: “CREATE DATABASE permission denied in database ‘master’ . (Microsoft SQL Server, Error: 262)”. Padahal saya sudah login sebagai ‘Administrator’ di komputer tersebut, yang kalau di Windows XP tidak akan muncul masalah seperti itu.

Dari mencari-cari di Internet, saya mendapatkan solusinya sebagai berikut:

  1. Login-lah ke komputer menggunakan account ‘Administrator’
  2. Bukalah aplikasi SQL Server Surface Area Configuration (Start –> All Programs –> Microsoft SQL Server 2005 –> Configuration Tools –>SQL Server Surface Area Configuration)
    Start Menu
  3. Pilihlah (klik) di pilihan  Add New Administrator

  4. Setelah muncul window baru berjudul ‘SQL Server User Provisioning on Vista‘, akan terlihat  bahwa user di Windows Vista tidak mempunyai privellege ‘SQL Server SysAdmin’. Pilihlah (highlight/sorot) pada permission ‘Member of SQL Server SysAdmin role on SQLEXPRESS’ yang ada di panel sebelah kiri dan tambahkan ke pake sebelah kanan dengan menekan tombol bergambar ‘>’
  5. Klik-lah di tombol OK untuk menyimpan perubahan setting-an di atas
  6. Selesai.
Bookmark and Share
No Comments

Koneksi Internet wireless via ponsel

Mobile

Saya menggunakan laptop yang agak kuno, tanpa built-in bluetooth adapter. Yang dimilikinya secara built-in adalah ethernet adapter dan wi-fi adapter.

Karena ingin bisa terhubung ke Internet melalui telepon seluler (ponsel) tanpa harus menggunakan kabel data, maka saya pasang aplikasi JoikuSpot di ponsel saya. Jadilah ponsel saya bertambah fungsinya sebagai mobile hotspot.

Versi JoikuSpot yang saya gunakan adalah JoikuSpot Light 2.30, tersedia free untuk di-download. Beberapa aplikasi lain dengan fungsi sama yang tersedia di Internet, harus membeli untuk mendapatkannya.

Beberapa keterbatasan dari versi yang free ini, diantaranya adalah setiap kali membuka internet browser untuk meng-akses internet, maka yang halaman pertama yang muncul adalah website JoikuSpot.

Keterbatasan yang lain, tidak bisa melewatkan data selain paket web (http).

Bookmark and Share
No Comments

Rute Bersepeda Mingguan (III)

Mobile, Navigation

Mencoba rute baru yang belum pernah kami lalui, secara tidak sengaja menemukan obyek wisata.

17,4 km. 11 km/jam. Seperti biasa, dengan Dhiar duduk di boncengan belakang.

Bookmark and Share
No Comments

Instalasi MRTG di OpenSUSE 10.2

Linux

Sumber tulisan ini adalah file petunjuk instalasi MRTG bernama mrtg-unix-guide.txt, yang disertakan dalam file installer MRTG. Berikut ini langkah-langkah instalasi dan konfigurasi MRTG di komputer dengan operating system OpenSUSE 10.2.

Download-lah installer MRTG dari situsnya di alamat: http://oss.oetiker.ch/mrtg
Pastikan di komputer sudah ter-install Apache web server. Jika Apache belum ter-install, bisa dilakukan instalasi melalui aplikasi YAST. Di komputer saya, Apache web server ter-install di direktori /usr/local/apache2.

Selain Apache, ada beberapa paket lain yang diperlukan untuk menjalankan MRTG, yaitu: GCC, Perl, gd, libpng, dan zlib. Biasanya, paket-paket itu sudah ter-install ketika pertama kali dilakukan instalasi OpenSUSE.

Salah satu cara untuk memeriksa apakah paket tersebut sudah ter-install atau belum adalah menggunakan perintah rpm, misalnya:

eko@durabook:~> rpm -qa|grep zlib
zlib-1.2.3-113.1
zlib-devel-1.2.3-113.1
eko@durabook:~>

Lagi, kalau ternyata ada paket yang belum ter-install, maka bisa dilakukan instalasi melalui YAST. Setelah semua paket yang diperlukan sudah ter-install, dan installer MRTG sudah di-download, maka proses instalasi bisa dimulai.

Di console atau Terminal Program, letakkan file installer MRTG di home directory (misalnya: /home/eko), lalu jalankan perintah:

eko@durabook: ~> ls mrtg* [enter]
mrtg.tar.gz
eko@durabook: ~> tar xvzf mrtg.tar.gz [enter]
eko@durabook: ~> ls -d mrtg* [enter]
mrtg-2.16.1  mrtg.tar.gz
eko@durabook: ~> cd mrtg-2.16.1 [enter]
eko@durabook: ~/mrtg-2.16.1> ./configure --prefix=/usr/local/mrtg2 [enter]

Jika tidak ada pesan error yang muncul, maka diteruskan dengan perintah:

eko@durabook: ~/mrtg-2.16.1> make [enter]

Lagi, jika tidak ada pesan yang muncul dari perintah di atas, maka perintah selanjutnya adalah seperti di bawah ini:

eko@durabook: ~/mrtg-2.16.1> su [enter]
Password:
durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# make install [enter]

Proses instalasi selesai, selanjutnya adalah proses setting atau konfigurasi MRTG, menggunakan tool bawaan dari MRTG, yaitu cfgmaker.

durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# /usr/local/mrtg2/bin/cfgmaker --global 'Workdir: /usr/local/apache2/htdocs/mrtg/172.30.1.50' --global 'Options[_]: bits,growright' --output /usr/local/mrtg2/cfg/mrtg-172.30.1.50.cfg public@172.30.1.50 [enter]

IP address 172.30.1.50 adalah milik router yang saya ingin monitor penggunaan trafik-nya, dengan community string bernama 'public'.

Hasil dari perintah cfgmaker di atas adalah satu file di direktori /usr/local/mrtg2/cfg bernama mrtg-172.30.1.50.cfg dan beberapa file di direktori /usr/local/apache2/htdocs/mrtg, yang diantaranya adalah file html sehingga bisa dibuka menggunakan aplikasi Internet Browser semacam Microsoft Internet Explorer atau Firefox.

Setelah terbentuk file .cfg, perintah selanjutnya adalah men-jalankan file mrtg:

durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# /usr/local/mrtg-2/bin/mrtg /home/mrtg/cfg/mrtg.cfg [enter]

Jalankanlah perintah di atas 3 atau 4 kali sampai tidak muncul pesan error, lalu editlah crontab untuk memasukkan perintah di atas:

durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# crontab -e [enter]

dan masukkan baris berikut ini (diketik dalam 1 baris):

*/5 * * * *  /usr/local/mrtg/bin/mrtg /usr/local/mrtg2/cfg/mrtg.cfg --logging /var/log/mrtg.log

Setelah melihat tampilannya di aplikasi Internet Browser, file .cfg di direktori /usr/local/mrtg2/cfg bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi dan tampilan yang kita inginkan.

Bookmark and Share
2 Comments


  • About Eko

    Eko Harianto.
    e-mail: eko@harian.to
    Public key: click here.

    Information Technology.
    Jakarta, Indonesia.

  • Eko on Goodreads

    Widget_logo
  • Download Firefox

    Spreadfirefox Affiliate Button
  • Download Indonesia Map

    NavNet
    A Free, very good, Indonesia Map for navigation used together with a GPS
  • Add to Technorati Favorites