Administrator Privellege-nya ‘SQL Express 2005′ di Windows Vista

Windows

Saya mulai lebih sering bersentuhan dengan Windows Vista. :)

Setelah memasang Microsoft SQL Express 2005 di Windows Vista Bussiness edition, lalu saya mencoba membuat database baru dan me-restore dari databse lain. Namun kemudian muncul pesan error 262 yang mengatakan bahwa permisi-nya ditolak. Petikan pesan error-nya adalah: “CREATE DATABASE permission denied in database ‘master’ . (Microsoft SQL Server, Error: 262)”. Padahal saya sudah login sebagai ‘Administrator’ di komputer tersebut, yang kalau di Windows XP tidak akan muncul masalah seperti itu.

Dari mencari-cari di Internet, saya mendapatkan solusinya sebagai berikut:

  1. Login-lah ke komputer menggunakan account ‘Administrator’
  2. Bukalah aplikasi SQL Server Surface Area Configuration (Start –> All Programs –> Microsoft SQL Server 2005 –> Configuration Tools –>SQL Server Surface Area Configuration)
    Start Menu
  3. Pilihlah (klik) di pilihan  Add New Administrator

  4. Setelah muncul window baru berjudul ‘SQL Server User Provisioning on Vista‘, akan terlihat  bahwa user di Windows Vista tidak mempunyai privellege ‘SQL Server SysAdmin’. Pilihlah (highlight/sorot) pada permission ‘Member of SQL Server SysAdmin role on SQLEXPRESS’ yang ada di panel sebelah kiri dan tambahkan ke pake sebelah kanan dengan menekan tombol bergambar ‘>’
  5. Klik-lah di tombol OK untuk menyimpan perubahan setting-an di atas
  6. Selesai.
No Comments

Koneksi Internet wireless via ponsel

Mobile

Saya menggunakan laptop yang agak kuno, tanpa built-in bluetooth adapter. Yang dimilikinya secara built-in adalah ethernet adapter dan wi-fi adapter.

Karena ingin bisa terhubung ke Internet melalui telepon seluler (ponsel) tanpa harus menggunakan kabel data, maka saya pasang aplikasi JoikuSpot di ponsel saya. Jadilah ponsel saya bertambah fungsinya sebagai mobile hotspot.

Versi JoikuSpot yang saya gunakan adalah JoikuSpot Light 2.30, tersedia free untuk di-download. Beberapa aplikasi lain dengan fungsi sama yang tersedia di Internet, harus membeli untuk mendapatkannya.

Beberapa keterbatasan dari versi yang free ini, diantaranya adalah setiap kali membuka internet browser untuk meng-akses internet, maka yang halaman pertama yang muncul adalah website JoikuSpot.

Keterbatasan yang lain, tidak bisa melewatkan data selain paket web (http).

No Comments

Rute Bersepeda Mingguan (III)

Mobile, Navigation

Mencoba rute baru yang belum pernah kami lalui, secara tidak sengaja menemukan obyek wisata.

17,4 km. 11 km/jam. Seperti biasa, dengan Dhiar duduk di boncengan belakang.

No Comments

Instalasi MRTG di OpenSUSE 10.2

Linux

Sumber tulisan ini adalah file petunjuk instalasi MRTG bernama mrtg-unix-guide.txt, yang disertakan dalam file installer MRTG. Berikut ini langkah-langkah instalasi dan konfigurasi MRTG di komputer dengan operating system OpenSUSE 10.2.

Download-lah installer MRTG dari situsnya di alamat: http://oss.oetiker.ch/mrtg
Pastikan di komputer sudah ter-install Apache web server. Jika Apache belum ter-install, bisa dilakukan instalasi melalui aplikasi YAST. Di komputer saya, Apache web server ter-install di direktori /usr/local/apache2.

Selain Apache, ada beberapa paket lain yang diperlukan untuk menjalankan MRTG, yaitu: GCC, Perl, gd, libpng, dan zlib. Biasanya, paket-paket itu sudah ter-install ketika pertama kali dilakukan instalasi OpenSUSE.

Salah satu cara untuk memeriksa apakah paket tersebut sudah ter-install atau belum adalah menggunakan perintah rpm, misalnya:

eko@durabook:~> rpm -qa|grep zlib
zlib-1.2.3-113.1
zlib-devel-1.2.3-113.1
eko@durabook:~>

Lagi, kalau ternyata ada paket yang belum ter-install, maka bisa dilakukan instalasi melalui YAST. Setelah semua paket yang diperlukan sudah ter-install, dan installer MRTG sudah di-download, maka proses instalasi bisa dimulai.

Di console atau Terminal Program, letakkan file installer MRTG di home directory (misalnya: /home/eko), lalu jalankan perintah:

eko@durabook: ~> ls mrtg* [enter]
mrtg.tar.gz
eko@durabook: ~> tar xvzf mrtg.tar.gz [enter]
eko@durabook: ~> ls -d mrtg* [enter]
mrtg-2.16.1  mrtg.tar.gz
eko@durabook: ~> cd mrtg-2.16.1 [enter]
eko@durabook: ~/mrtg-2.16.1> ./configure --prefix=/usr/local/mrtg2 [enter]

Jika tidak ada pesan error yang muncul, maka diteruskan dengan perintah:

eko@durabook: ~/mrtg-2.16.1> make [enter]

Lagi, jika tidak ada pesan yang muncul dari perintah di atas, maka perintah selanjutnya adalah seperti di bawah ini:

eko@durabook: ~/mrtg-2.16.1> su [enter]
Password:
durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# make install [enter]

Proses instalasi selesai, selanjutnya adalah proses setting atau konfigurasi MRTG, menggunakan tool bawaan dari MRTG, yaitu cfgmaker.

durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# /usr/local/mrtg2/bin/cfgmaker --global 'Workdir: /usr/local/apache2/htdocs/mrtg/172.30.1.50' --global 'Options[_]: bits,growright' --output /usr/local/mrtg2/cfg/mrtg-172.30.1.50.cfg public@172.30.1.50 [enter]

IP address 172.30.1.50 adalah milik router yang saya ingin monitor penggunaan trafik-nya, dengan community string bernama ‘public’.

Hasil dari perintah cfgmaker di atas adalah satu file di direktori /usr/local/mrtg2/cfg bernama mrtg-172.30.1.50.cfg dan beberapa file di direktori /usr/local/apache2/htdocs/mrtg, yang diantaranya adalah file html sehingga bisa dibuka menggunakan aplikasi Internet Browser semacam Microsoft Internet Explorer atau Firefox.

Setelah terbentuk file .cfg, perintah selanjutnya adalah men-jalankan file mrtg:

durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# /usr/local/mrtg-2/bin/mrtg /home/mrtg/cfg/mrtg.cfg [enter]

Jalankanlah perintah di atas 3 atau 4 kali sampai tidak muncul pesan error, lalu editlah crontab untuk memasukkan perintah di atas:

durabook:/home/eko/mrtg-2.16.1# crontab -e [enter]

dan masukkan baris berikut ini (diketik dalam 1 baris):

*/5 * * * *  /usr/local/mrtg/bin/mrtg /usr/local/mrtg2/cfg/mrtg.cfg --logging /var/log/mrtg.log

Setelah melihat tampilannya di aplikasi Internet Browser, file .cfg di direktori /usr/local/mrtg2/cfg bisa dimodifikasi sesuai dengan kondisi dan tampilan yang kita inginkan.

2 Comments

Mengembalikan Boot Loader Windows XP yang tertimpa GRUB

Linux, Windows

Saya sedang tertarik untuk mencoba OpenSUSE 11. Setelah selesai men-download ISO file-nya dari situs mirror CBN, dan menge-burn-nya ke DVD, langsung saya mencoba untuk meng-install-nya.

Instalasi saya lakukan di sebuah PC yang di dalamnya sudah terpasang Windows XP, sehingga saya harapkan di PC itu akan mempunyai kemampuan dual boot. OpenSUSE saya install di satu partisi di dalam harddisk eksternal.

Karena di harddisk internal PC itu hanya ada partisi NTFS milik Windows XP, maka file-file sistem milik OpenSUSE semuanya disimpan di harddisk eksternal, termasuk juga hampir semua file-file milik GRUB, sang bootloader. Selama harddisk eksternal tersebut terpasang di PC, maka proses booting tidak akan ada masalah. Dan GRUB memberi saya pilihan apakah mau masuk ke Linux (OpenSUSE) atau masuk ke Windows XP. Tetapi jika harddisk eksternal tersebut tidak terpasang di PC, maka proses booting akan gagal.

Untuk mengatasinya, saya putuskan untuk meng-uninstall GRUB dari MBR, dan menggantinya dengan boot manager milik Windows XP. Dahulu sekali, sewaktu masih menggunakan Windows 98, jika mengalami kasus serupa, solusinya tinggal menjalankan perintah fdisk /mbr <enter> di command prompt, selesai. Di Windows XP, caranya adalah seperti di bawah ini:

  1. Booting menggunakan CD installer Windows XP, ketiklah R untuk memillih “Repair” pada saat muncul pilihan “Setup Windows XP”, “Repair”, atau “Quit”. Selanjutnya akan muncul prompt seperti ini:

    1: C:\WINDOWS

    Which Windows installation would you like to log onto
    (To cancel, press ENTER)? 1 <enter>

  2. Lalu akan muncul prompt untuk memasukkan password milik Administrator:

    Type the Administrator password: [password-admin] <enter>

  3. Setelah memasukkan password untuk account Administrator, saya mendapatkan tampilan command prompt. Dan kemudian tinggal menjalankan perintah:

    C:\>fixmbr <enter>
    Are you sure you want to write a new MBR? y <enter>
    C:\>

  4. Keluarkan CD Installer Windows XP dari CDROM drive, lalu restart komputer.

Selesai.

9 Comments