Dec 222011
 

Masalah:

[root@explsvr eharianto]# mount -t ntfs /dev/sda1 /mnt/usb/
mount: unknown filesystem type 'ntfs'
[root@explsvr eharianto]#

Melihat versi CentOS yang digunakan:

[eharianto@explsvr ~]$ cat /etc/*release*
cat: /etc/lsb-release.d: Is a directory
CentOS release 5.7 (Final)
[eharianto@explsvr ~]$

Men-download dan meng-install paket epel:

[eharianto@explsvr ~]$ wget http://epel.idrepo.or.id/epel/5/x86_64/epel-release-5-4.noarch.rpm
[eharianto@explsvr ~]$ su
Password:
[root@explsvr eharianto]# rpm -ivh epel-release-5-4.noarch.rpm
warning: epel-release-5-4.noarch.rpm: Header V3 DSA signature: NOKEY, key ID 217521f6
Preparing...                ########################################### [100%]
   1:epel-release           ########################################### [100%]
[root@explsvr eharianto]#

Meng-install paket ntfs-3g:

[root@explsvr eharianto]# yum install ntfs-3g
Loaded plugins: fastestmirror
Loading mirror speeds from cached hostfile
 * base: mirror.averse.net
 * epel: epel.idrepo.or.id
 * extras: mirror.averse.net
 * updates: mirror.averse.net
Setting up Install Process
Resolving Dependencies
--> Running transaction check
---> Package ntfs-3g.i386 2:2011.4.12-5.el5 set to be updated
---> Package ntfs-3g.x86_64 2:2011.4.12-5.el5 set to be updated
--> Finished Dependency Resolution

Dependencies Resolved

==========================================================================================
 Package            Arch              Version                       Repository       Size
==========================================================================================
Installing:
 ntfs-3g            i386              2:2011.4.12-5.el5             epel            319 k
 ntfs-3g            x86_64            2:2011.4.12-5.el5             epel            301 k

Transaction Summary
==========================================================================================
Install       2 Package(s)
Upgrade       0 Package(s)

Total download size: 619 k
Is this ok [y/N]: y
Downloading Packages:
(1/2): ntfs-3g-2011.4.12-5.el5.x86_64.rpm                          | 301 kB     00:00
(2/2): ntfs-3g-2011.4.12-5.el5.i386.rpm                            | 319 kB     00:01
------------------------------------------------------------------------------------------
Total                                                     406 kB/s | 619 kB     00:01
warning: rpmts_HdrFromFdno: Header V3 DSA signature: NOKEY, key ID 217521f6
epel/gpgkey                                                        | 1.7 kB     00:00
Importing GPG key 0x217521F6 "Fedora EPEL " from /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-EPEL
Is this ok [y/N]: y
Running rpm_check_debug
Running Transaction Test
Finished Transaction Test
Transaction Test Succeeded
Running Transaction
  Installing     : ntfs-3g                                                            1/2
  Installing     : ntfs-3g                                                            2/2

Installed:
  ntfs-3g.i386 2:2011.4.12-5.el5             ntfs-3g.x86_64 2:2011.4.12-5.el5

Complete!
[root@explsvr eharianto]#

Hasil akhir:

[root@explsvr eharianto]# mount -t ntfs /dev/sda1 /mnt/usb/
[root@explsvr eharianto]#

Selesai, masalah sudah hilang.

Nov 112010
 

Network Backup Image

Ini adalah versi yang sedikit lebih “primitif” dari metode backup menggunakan Amanda yang dulu pernah saya tulis cara instalasinya.
Backup server menggunakan sistem operasi Ubuntu-10.04 Server Edition 64bit, dengan beberapa tools yang di-install dari paket Ubuntu di bawah ini:

  • GNU tar versi 1.22. Digunakan sebagai backup tool utama, mem-backup data-data dari backup client ke dalam backup server.
  • dd (coreutils) versi 7.4. Digunakan untuk menyalin backup file (yang dihasilkan oleh tar) dari harddisk ke dalam tape media.
  • mt-st versi 1.1. Tool penunjang untuk memanipulasi tape media.
  • mtx versi 1.3.12. Tool penunjang untuk memanipulasi perangkat auto loader.

Backup client terdiri beberapa mesin Windows dan Linux, masing-masing bertindak sebagai file server dengan menyediakan shared-folder.
Tahapan proses backup:

  • Menge-mount network shared-folder
  • Mem-backup data di shared-folder menggunakan perintah tar
  • Menyalin file hasil backup ke media tape

Menge-mount shared-folder
Parameter dan option yang digunakan sewaktu menge-mount shared-folder:
ro,username=nama_user,password=password_user,iocharset=utf8
Dengan option seperti itu, mounting shared-folder dilakukan read-only, menggunakan username dan password sesuai dengan yang terdaftar di mesin client. Option iocharset digunakan supaya file-file yang mempunyai karakter-karakter “aneh” di namanya atau nama file-nya cukup panjang, juga ikut ter-backup.
Jadi, isi script untuk melakukan mount yang saya gunakan adalah sebagai berikut:

#---script start---
!#/bin/bash
smbuser="bkpuser"
smbpassword="W1np@ssw0rd"
smbshare="//winsvr/shared-folder"
mountpoint="/mnt/winmount"
/bin/mount -t cifs -o ro,iocharset=utf8,username="$smbuser",password="$smbpassword" "$smbshare" "$mountpoint"
#---script end---

Mem-backup dengan tar
Parameter dan option yang digunakan sewaktu menjalankan perintah tar:

  • --create: operasi tar untuk membuat file backup. Operasi lain misalnya adalah --list untuk melihat isi suatu archive, atau --extract untuk meng-ekstrak kembali suatu archive.
  • --ignore-failed-read: option supaya tar tetap meneruskan prosesnya jika sewaktu mem-backup ada file yang gagal di-backup.
  • --tape-length: option untuk menentukan ukuran maksimum dari file hasil backup. Berguna terutama jika nantinya file hasil backup akan disalin ke media lain – misalnya tape backup, yang kapasitasnya terbatas.
  • –new-volume-script: option untuk memanggil script kecil yang berfungsi untuk menentukan penamaan file hasil backup, jika hasil backup di-split menjadi lebih dari satu file.
  • --exclude-from: option untuk membuat perkecualian atas file-file tertentu supaya tidak diikutkan dalam proses backup.
  • --listed-incremental: untuk memberi perintah kepada tar agar melakukan incremental backup, yaitu backup hanya terhadap file-file yang berubah sejak terakhir kali dilakukan backup.
  • --no-check-device: option tar agar mengabaikan device number dari media yang sedang dibackup. Berguna untuk metode backup incremental dan jika media yang dibackup adalah shared-drive (dari NFS, smbfs, cifs). Tanpa option ini, network backup kemungkinan besar akan gagal melakukan incremental, sehingga yang terjadi adalah selalu full backup.
  • --label: untuk memberi label pada file hasil backup. Ini berguna terutama jika hasil backup akan disimpan di dalam media tape, yaitu bisa memudahkan untuk mengetahui isi dari tape tersebut.
  • --file: untuk menentukan nama file hasil backup.

Sehingga isi script yang saya gunakan untuk menjalan tar dalam proses backup adalah sebagai berikut:

#---script start---
gnutar="/bin/tar"
scriptdir="/home/eharianto/scripts"
exclfile="/home/eharianto/exclude-backup"
dirtobackup="user"
bkpfile="user-daily"
bkpdir="/home/eharianto/backup"
$gnutar --create --tape-length 34603008 --no-check-device --ignore-failed-read --new-volume-script "$scriptdir"/multi-vol --label "$bkpfile" --exclude-from "$exclfile" --listed-incremental "$scriptdir"/user-list --file $bkpdir$bkpfile "$dirtobackup"
#---script end---

Menyalin file hasil backup kedalam tape media:
Isi script untuk menyalin file backup kedalam tape media:

#---script start---
mt="/bin/mt"
dd="/bin/dd"
cd $bkpdir
$mt -f /dev/st0 rewind
$mt -f /dev/st0 setblk 32768
$mt -f /dev/st0 compression off
dd if="$bkpfile" of="/dev/st0" bs=32768
#---script end---

Me-restore dari file backup
Me-restore file tar hasil backup langsung dari tape device:

# /bin/tar --extract --verbose --file /dev/st0

Me-restore dengan menyalin terlebih dulu file tar dari tape device ke harddrive:

# /bin/dd if=/dev/st0 of=/home/eharianto/bkpfile.tar bs=32768
# /bin/tar --extract --verbose --file /home/eharianto/bkpfile.tar

Melihat isi dari file tar hasil backup:

# /bin/tar --list --verbose --file /home/eharianto/bkpfile.tar

Isi file /home/eharianto/exclude-backup:
*.mp3
*.avi
*.mp4
*.wma

Isi file /home/eharianto/scripts/multi-vol (saya menyalin dari manual GNU tar):

#! /bin/sh
echo Preparing volume $TAR_VOLUME of $TAR_ARCHIVE.
name=`expr $TAR_ARCHIVE : '\(.*\)-.*'`
case $TAR_SUBCOMMAND in
-c)       ;;
-d|-x|-t) test -r ${name:-$TAR_ARCHIVE}-$TAR_VOLUME || exit 1
          ;;
*)        exit 1
esac
echo ${name:-$TAR_ARCHIVE}-$TAR_VOLUME >&$TAR_FD
Nov 042010
 

Di-install dan dijalankan di telepon genggam (handphone)  model lama: Nokia E61i, dengan firmware versi 3.0633.69.00.

Nokia Email

Keunggulan:

  • Tampilan (grafis, font) cukup enak dilihat oleh mata.
    Bisa di-install di memory card, sehingga lebih leluasa dalam menampung email dalam jumlah besar.

  • Ada option untuk “Mark all message as read”.

Kekurangan:

  • Jika trafik email cukup besar – misalnya account untuk maillling-list dengan trafik ratusan incoming-mail per hari, maka sinkronisasi dengan server sering lambat, bahkan sampai membuat handphone menjadi freezed, dan akhirnya gagal sinkronisasi email.

  • Kurang ramah dengan tombol navigasi. Untuk berpindah ke email berikutnya (Next) atau sebelumnya (Previous) secara cepat harus menggunakan shortcut tombol “N” atau “P”.
  • Tidak bisa digunakan dengan operator T*lkomsel.

Seven

Keunggulan:

  • Navigasi dalam membaca email cukup nyaman. Bisa scroll up/down, go to next/previous message dengan mudah.

  • Sinkronisasi dengan server sangat reliable, bahkan untuk email account dengan trafik ratusan incoming-mail per hari.
  • Ada option isian “Store email from past:” sehingga bisa menentukan range waktu untuk email yang ingin di-push (maksimum 30 hari terakhir).
  • Bisa digunakan untuk lebih dari 10 account email, meskipun di situsnya ditulis maksimum 10 account (Bugs?).

Kekurangan:

  • Tidak bisa memodifikasi nama lengkap (“Real Name”) pengirim (sender) email. Nama pengirim email akan selalu terisi dengan alamat email-nya, bukan nama asli (

  • Tidak bisa melakukan “Mark all message as read”

Blackberry Connect

Keunggulan:

  • Sinkronisasi dengan server sangat reliable, bahkan untuk email account dengan trafik ratusan incoming-mail per hari.

  • Ada option untuk “Mark all message as read”.
  • Bisa memodifikasi “Real Name” pengirim.

Kekurangan:

  • Tidak ada option untuk “Store email from past”.

  • Sinkronisasi ke server tidak berjalan sepenuhnya. Email yang dihapus melalui client lain (misalnya dari webmail atau komputer desktop), tetap akan ada di handheld.
Oct 142010
 

Di bawah ini adalah potongan dari file log di server ssh saya:

Oct  5 05:33:04 osuse sshd[6354]: Invalid user oracle from 210.78.144.23
Oct  5 05:33:05 osuse sshd[6356]: Invalid user oracle from 210.78.144.23
Oct  5 07:25:17 osuse sshd[6538]: Invalid user guest from 208.94.173.137
Oct  5 07:25:19 osuse sshd[6540]: Invalid user oracle from 208.94.173.137
Oct  5 07:25:30 osuse sshd[6550]: Invalid user user1 from 208.94.173.137
Oct  5 07:25:32 osuse sshd[6552]: Invalid user test1 from 208.94.173.137
Oct  5 07:25:36 osuse sshd[6556]: Invalid user user from 208.94.173.137
Oct  5 07:25:38 osuse sshd[6558]: Invalid user test from 208.94.173.137
 Continue reading »
Aug 032010
 

Bagi Anda yang sama sekali belum tahu mengenai Amanda, silahkan merujuk ke sini: http://wiki.zmanda.com/index.php/Main_Page.

Terjemahan bebas dari informasi yang bisa dikutip dari sana adalah:

Amanda adalah software opensource untuk backup dan archiving yang paling terkenal di dunia. Dengan Amanda, System Administrator dapat membangun sebuah server backup untuk mem-backup data di banyak (multiple) komputer kedalam tape -atau disk- atau bahkan ke sistem storage yang cloud-based. Amanda menggunakan alat archival dasar and mampu mem-backup sejumlah besar workstation dan server dengan berbagai versi sistem operasi: Linux, Unix (termasuk OpenSolaris), Mac OS X, atau Microsoft Windows (baik dengan Native Windows client atau dengan Samba).

Instalasi ini dilakukan di Linux Ubuntu 10.04 Server Edition 64-bit.
Amanda yang digunakan adalah versi 3.1.1.

Instalasi menggunakan Amanda source, meskipun tersedia juga dalam format paket .deb. Saya sempat mencoba untuk meng-install menggunakan format paket .deb tersebut tetapi kemudian bingung karena tidak tahu letak file-file hasil instalasinya. Karena tidak mau repot, akhirnya saya pilih dari source, sehingga saya bisa menentukan file hasil instalasinya akan diletakkan di mana.

Bisa juga instalasi dilakukan menggunakan utility apt-get, tetapi sewaktu saya coba ternyata paket yang tersedia masih Amanda versi 2.

Langkah pertama: mendownload dan meng-ekstrak file installer Amanda

eharianto@vmubuntu64:~$ wget http://www.zmanda.com/downloads/community/Amanda/3.1.1/Source/amanda-tags-3_1_1-3212.tar.gz [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ tar -xzvf amanda-tags-3_1_1-3212.tar.gz [enter]

Langkah kedua: Instalasi paket-paket software pendukung

eharianto@vmubuntu64:~$ sudo apt-get install libglib2.0-dev [enter]
After this operation, 6,463kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]? [enter]

eharianto@vmubuntu64:~$ sudo apt-get install gnuplot [enter]
After this operation, 89.3MB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]? [enter]

Langkah ketiga: membuat user account untuk Amanda

eharianto@vmubuntu64:~$ sudo adduser --shell /bin/bash --home /usr/local/amanda --ingroup backup --no-create-home --quiet --disabled-password amandabackup [enter]

Langkah keempat: Instalasi

eharianto@vmubuntu64:~$ cd amanda-3.1.1 [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ ./configure --prefix=/usr/local/amanda-311 --with-user=amandabackup --with-group=backup [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ make check [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ make [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ sudo make install [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ cd /usr/local [enter]
eharianto@vmubuntu64:~$ sudo ln -s amanda-311 amanda [enter]

Selesai. Mengenai setting dan konfigurasi Amanda akan saya tulis kemudian. Semoga. :-)