Mengembalikan Boot Loader Windows XP yang tertimpa GRUB

Linux, Windows

Saya sedang tertarik untuk mencoba OpenSUSE 11. Setelah selesai men-download ISO file-nya dari situs mirror CBN, dan menge-burn-nya ke DVD, langsung saya mencoba untuk meng-install-nya.

Instalasi saya lakukan di sebuah PC yang di dalamnya sudah terpasang Windows XP, sehingga saya harapkan di PC itu akan mempunyai kemampuan dual boot. OpenSUSE saya install di satu partisi di dalam harddisk eksternal.

Karena di harddisk internal PC itu hanya ada partisi NTFS milik Windows XP, maka file-file sistem milik OpenSUSE semuanya disimpan di harddisk eksternal, termasuk juga hampir semua file-file milik GRUB, sang bootloader. Selama harddisk eksternal tersebut terpasang di PC, maka proses booting tidak akan ada masalah. Dan GRUB memberi saya pilihan apakah mau masuk ke Linux (OpenSUSE) atau masuk ke Windows XP. Tetapi jika harddisk eksternal tersebut tidak terpasang di PC, maka proses booting akan gagal.

Untuk mengatasinya, saya putuskan untuk meng-uninstall GRUB dari MBR, dan menggantinya dengan boot manager milik Windows XP. Dahulu sekali, sewaktu masih menggunakan Windows 98, jika mengalami kasus serupa, solusinya tinggal menjalankan perintah fdisk /mbr <enter> di command prompt, selesai. Di Windows XP, caranya adalah seperti di bawah ini:

  1. Booting menggunakan CD installer Windows XP, ketiklah R untuk memillih “Repair” pada saat muncul pilihan “Setup Windows XP”, “Repair”, atau “Quit”. Selanjutnya akan muncul prompt seperti ini:

    1: C:\WINDOWS

    Which Windows installation would you like to log onto
    (To cancel, press ENTER)? 1 <enter>

  2. Lalu akan muncul prompt untuk memasukkan password milik Administrator:

    Type the Administrator password: [password-admin] <enter>

  3. Setelah memasukkan password untuk account Administrator, saya mendapatkan tampilan command prompt. Dan kemudian tinggal menjalankan perintah:

    C:\>fixmbr <enter>
    Are you sure you want to write a new MBR? y <enter>
    C:\>

  4. Keluarkan CD Installer Windows XP dari CDROM drive, lalu restart komputer.

Selesai.

Bookmark and Share
11 Comments

Rute Bersepeda Mingguan (II)

Navigation

Sedikit lebih jauh dari rute biasanya.

Jarak ditempuh: 16.7 km
Waktu tempuh: 1 jam 28 menit
Kecepatan rata-rata: 11 km/jam

Ditempuh dengan Dhiar duduk di boncengan belakang.

Bookmark and Share
No Comments

Agar account non-root bisa menge-mount suatu share folder

Linux

System Operasi Server: Windows 2003
System Operasi Client: OpenSUSE 10.2

Langkah di bawah ini semuanya dilakukan di client.

Buatlah satu direktori di bernama /win, seperti berikut ini:

osuse:~ # mkdir /win [enter]

Editlah file /etc/fstab, dengan menambahkan baris ini (diketik dalam 1 baris) sebagai berikut:

//windows-svr/share-drv   /win  cifs user,noauto,username=administrator,password=P@ssw0rd  0  0

Lalu ubahlah permission untuk file /bin/mount.cifs dan /bin/umount.cifs sebagai berikut:

osuse:~ # chmod +s /bin/mount.cifs [enter]

osuse:~ # chmod +s /bin/umount.cifs [enter]

Dicoba, hasilnya:

eharianto@osuse:~> mount /win [enter]
eharianto@osuse:~> mount [enter]
/dev/cciss/c0d0p3 on / type ext3 (rw,acl,user_xattr)
proc on /proc type proc (rw)
sysfs on /sys type sysfs (rw)
debugfs on /sys/kernel/debug type debugfs (rw)
udev on /dev type tmpfs (rw)
devpts on /dev/pts type devpts (rw,mode=0620,gid=5)
/dev/cciss/c0d0p1 on /boot type ext3 (rw,acl,user_xattr)
/dev/cciss/c0d1p1 on /mnt/vm-dc type ext3 (rw)
/dev/cciss/c0d1p2 on /mnt/vm-mail type ext3 (rw)
securityfs on /sys/kernel/security type securityfs (rw)
usbfs on /proc/bus/usb type usbfs (rw)
//windows-svr/share-drv on /win type cifs (rw,mand,noexec,nosuid,nodev,user=eharianto)
eharianto@osuse:~>

Selesai.

Bookmark and Share
No Comments

Oleh-oleh dari Mudik (II): Menjalankan dan Mematikan Services di Windows dari Command Prompt

Windows

Topik ini sebenarnya hanya versi lebih umum dari posting saya terdahulu mengenai cara menjalankan service telnet di server Windows.

Berawal dari ketika liburan Iedul Fitri kemarin, saya sedang jauh dari kantor, ada rekan kerja yang memerlukan bantuan untuk mengambil beberapa file yang merupakan bagian dari suatu aplikasi. File-file itu berada di bawah folder ‘Program Files’ di server Windows 2003, sehingga hanya bisa diakses oleh account-account yang termasuk dalam group administrators.

Saya bersyukur bahwa saya sudah membuka firewall di kantor untuk mengijinkan koneksi SSH dari Internet ke salah satu server Linux yang ada di dalam LAN kantor. Sehingga yang saya lakukan adalah menjalankan aplikasi PuTTY di handphone saya dan konek ke server Linux, dan dari situ kemudian melakukan telnet ke server Windows. Saya bersyukur lagi bahwa service telnet-server sudah berjalan di server Windows itu.

Setelah terhubung melalui telnet ke server Windows, saya mencoba untuk menyalin file-file di atas dari direktori ‘Program Files’ ke direktori lain yang bisa diakses oleh user. Namun, ternyata file-file itu tidak bisa disalin begitu saja karena mereka di-lock oleh aplikasinya, yang berjalan sebagai service.

Jadi, saya jalankan perintah di bawah ini untuk melihat service-service yang sedang berjalan di Windows:

c:\>net start [enter]
These Windows services are started:
Application Experience Lookup Service
Ati HotKey Poller
Automatic Updates

….
Workstation
World Wide Web Publishing Service

The command completed successfully.

C:\>

Dari daftar yang muncul di atas, saya bisa memperkirakan service mana yang menge-lock file-file yang akan saya salin, dan lalu menghentikan service tersebut.

C:\>net stop "SQL Server (SQLEXPRESS)"
The SQL Server (SQLEXPRESS) service is stopping..
The SQL Server (SQLEXPRESS) service was stopped successfully.

C:\>

Sekarang saya bisa menyalin file-file tersebut ke direktori lain, dan kemudian menjalankan lagi service-nya:

C:\>net start "SQL Server (SQLEXPRESS)"
The SQL Server (SQLEXPRESS) service is starting..
The SQL Server (SQLEXPRESS) service was started successfully.

C:\>

Selesai.

Bookmark and Share
No Comments

Cara menghidupkan service Telnet di Windows 2003

Windows

Tidak perlu meng-install software tambahan, karena sudah disediakan dan langsung di-install oleh installer Windows 2003.

Agar service telnet ini bisa berjalan secara otomatis setiap kali komputer dinyalakan, yang diperlukan hanyalah meng-enable service telnet ini, karena default-nya adalah disabled.

Tekanlah tombol Windows ‘Start’, lalu tekanlah tombol kanan mouse di icon ‘My Computer’, dan pilihlah ‘Manage’.

Selanjutnya akan muncul jendela ‘Computer Management’. Kemudian tekanlah (klik) dua kali tombol mouse di bagian ‘Services and Applications’, dan pilihlah ‘Services’ sehingga tampilannya seperti di gambar sebelah kiri ini.

Di kolom sebelah kanan, temukanlah service ‘Telnet’, kemudian tekanlah tombol mouse dua kalipada service ‘Telnet’ tersebut, sehingga muncul tampilan jendela seperti gambar ini.

Ubahlah pilihan ‘Startup type’-nya dari ‘Disabled’ menjadi ‘Automatic’, kemudian tekanlah tombol ‘Apply’. Setelah itu tekanlah tombol ‘Start’, lalu tekanlah tombol ‘OK’.

Selesai. Kini saya bisa melakukan pengaturan server secara jarak jauh selama liburan Iedul Fitri ini. Paling tidak, bisa sekedar untuk me-reboot, jika diperlukan. :-)

Bookmark and Share
2 Comments
« Older Posts
Newer Posts »


  • About Eko

    Eko Harianto.
    e-mail: eko@harian.to
    Public key: click here.

    Information Technology.
    Jakarta, Indonesia.

  • Eko on Goodreads

    Widget_logo
  • Download Firefox

    Spreadfirefox Affiliate Button
  • Download Indonesia Map

    NavNet
    A Free, very good, Indonesia Map for navigation used together with a GPS
  • Add to Technorati Favorites