Sedikit lebih jauh dari rute biasanya.
Jarak ditempuh: 16.7 km
Waktu tempuh: 1 jam 28 menit
Kecepatan rata-rata: 11 km/jam
Ditempuh dengan Dhiar duduk di boncengan belakang.
Sedikit lebih jauh dari rute biasanya.
Jarak ditempuh: 16.7 km
Waktu tempuh: 1 jam 28 menit
Kecepatan rata-rata: 11 km/jam
Ditempuh dengan Dhiar duduk di boncengan belakang.
System Operasi Server: Windows 2003
System Operasi Client: OpenSUSE 10.2
Langkah di bawah ini semuanya dilakukan di client.
Buatlah satu direktori di bernama /win, seperti berikut ini:
osuse:~ # mkdir /win [enter]
Editlah file /etc/fstab, dengan menambahkan baris ini (diketik dalam 1 baris) sebagai berikut:
//windows-svr/share-drv /win cifs user,noauto,username=administrator,password=P@ssw0rd 0 0
Lalu ubahlah permission untuk file /bin/mount.cifs dan /bin/umount.cifs sebagai berikut:
osuse:~ # chmod +s /bin/mount.cifs [enter]
osuse:~ # chmod +s /bin/umount.cifs [enter]
Dicoba, hasilnya:
eharianto@osuse:~> mount /win [enter]
eharianto@osuse:~> mount [enter]
/dev/cciss/c0d0p3 on / type ext3 (rw,acl,user_xattr)
proc on /proc type proc (rw)
sysfs on /sys type sysfs (rw)
debugfs on /sys/kernel/debug type debugfs (rw)
udev on /dev type tmpfs (rw)
devpts on /dev/pts type devpts (rw,mode=0620,gid=5)
/dev/cciss/c0d0p1 on /boot type ext3 (rw,acl,user_xattr)
/dev/cciss/c0d1p1 on /mnt/vm-dc type ext3 (rw)
/dev/cciss/c0d1p2 on /mnt/vm-mail type ext3 (rw)
securityfs on /sys/kernel/security type securityfs (rw)
usbfs on /proc/bus/usb type usbfs (rw)
//windows-svr/share-drv on /win type cifs (rw,mand,noexec,nosuid,nodev,user=eharianto)
eharianto@osuse:~>
Selesai.
Topik ini sebenarnya hanya versi lebih umum dari posting saya terdahulu mengenai cara menjalankan service telnet di server Windows.
Berawal dari ketika liburan Iedul Fitri kemarin, saya sedang jauh dari kantor, ada rekan kerja yang memerlukan bantuan untuk mengambil beberapa file yang merupakan bagian dari suatu aplikasi. File-file itu berada di bawah folder ‘Program Files’ di server Windows 2003, sehingga hanya bisa diakses oleh account-account yang termasuk dalam group administrators.
Saya bersyukur bahwa saya sudah membuka firewall di kantor untuk mengijinkan koneksi SSH dari Internet ke salah satu server Linux yang ada di dalam LAN kantor. Sehingga yang saya lakukan adalah menjalankan aplikasi PuTTY di handphone saya dan konek ke server Linux, dan dari situ kemudian melakukan telnet ke server Windows. Saya bersyukur lagi bahwa service telnet-server sudah berjalan di server Windows itu.
Setelah terhubung melalui telnet ke server Windows, saya mencoba untuk menyalin file-file di atas dari direktori ‘Program Files’ ke direktori lain yang bisa diakses oleh user. Namun, ternyata file-file itu tidak bisa disalin begitu saja karena mereka di-lock oleh aplikasinya, yang berjalan sebagai service.
Jadi, saya jalankan perintah di bawah ini untuk melihat service-service yang sedang berjalan di Windows:
c:\>net start [enter]
These Windows services are started:
Application Experience Lookup Service
Ati HotKey Poller
Automatic Updates
….
Workstation
World Wide Web Publishing Service
The command completed successfully.
C:\>
Dari daftar yang muncul di atas, saya bisa memperkirakan service mana yang menge-lock file-file yang akan saya salin, dan lalu menghentikan service tersebut.
C:\>net stop "SQL Server (SQLEXPRESS)"
The SQL Server (SQLEXPRESS) service is stopping..
The SQL Server (SQLEXPRESS) service was stopped successfully.
C:\>
Sekarang saya bisa menyalin file-file tersebut ke direktori lain, dan kemudian menjalankan lagi service-nya:
C:\>net start "SQL Server (SQLEXPRESS)"
The SQL Server (SQLEXPRESS) service is starting..
The SQL Server (SQLEXPRESS) service was started successfully.
C:\>
Selesai.
Tidak perlu meng-install software tambahan, karena sudah disediakan dan langsung di-install oleh installer Windows 2003.
Agar service telnet ini bisa berjalan secara otomatis setiap kali komputer dinyalakan, yang diperlukan hanyalah meng-enable service telnet ini, karena default-nya adalah disabled.
Tekanlah tombol Windows ‘Start’, lalu tekanlah tombol kanan mouse di icon ‘My Computer’, dan pilihlah ‘Manage’.
Selanjutnya akan muncul jendela ‘Computer Management’. Kemudian tekanlah (klik) dua kali tombol mouse di bagian ‘Services and Applications’, dan pilihlah ‘Services’ sehingga tampilannya seperti di gambar sebelah kiri ini.
Di kolom sebelah kanan, temukanlah service ‘Telnet’, kemudian tekanlah tombol mouse dua kalipada service ‘Telnet’ tersebut, sehingga muncul tampilan jendela seperti gambar ini.
Ubahlah pilihan ‘Startup type’-nya dari ‘Disabled’ menjadi ‘Automatic’, kemudian tekanlah tombol ‘Apply’. Setelah itu tekanlah tombol ‘Start’, lalu tekanlah tombol ‘OK’.
Selesai. Kini saya bisa melakukan pengaturan server secara jarak jauh selama liburan Iedul Fitri ini. Paling tidak, bisa sekedar untuk me-reboot, jika diperlukan.
Baru saja saya men-download sebuah e-book dari internet berbentuk file terkompresi .zip. Setelah download selesai, saya extract file tersebut, dan ternyata isinya adalah sebuah file dalam format .chm.
Saya berkeinginan agar e-book ini dapat disimpan dan dibaca di handphone sehingga saya bisa membacanya di banyak tempat, tidak harus di layar komputer. Seperti yang sudah saya duga, di handphone saya tidak terpasang aplikasi yang bisa membaca file .chm. Jadilah saya browsing di Internet, berusaha menemukan software yang bisa membaca file .chm untuk handphone dengan operating system Symbian.
Ada 1 software yang saya temukan, dan dari beberapa review-nya sepertinya cukup bagus. Tetapi sayang tidak sesuai dengan yang saya inginkan, karena software ini ternyata tidak gratis.
Setelah mencari-cari lagi, akhirnya saya menemukan petunjuk yang mengatakan bahwa file .chm itu sebenarnya adalah format archive yang berisi file-file html, sehingga file tersebut bisa di-ekstrak kembali. Untuk meng-ekstraksnya bisa menggunakan aplikasi 7-Zip, yang syukurnya sudah terpasang di komputer saya.
Setelah file-nya berhasil di-ekstrak, saya tinggal menyalinnya ke handphone, dan siap untuk dibaca.